Kopang Rembiga,— Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 56 membuat peta Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai salah satu program kerja selama kegiatan KKN. Peta tersebut disusun selama dua minggu oleh Arham Zalzabila, mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).
Pembuatan peta bertujuan menyediakan informasi spasial yang terintegrasi untuk membantu Pemerintah Desa Kopang Rembiga dalam perencanaan pembangunan, pelayanan publik, serta pengelolaan wilayah berbasis data sekaligus menjadi media informasi bagi masyarakat maupun pemerintah Desa kopang rembiga.
Dalam prosesnya, mahasiswa mengumpulkan data dari citra satelit Google Earth, peta batas administrasi desa yang sudah ada, serta melakukan survei lapangan untuk memverifikasi lokasi berbagai fasilitas. Pengumpulan data juga dikoordinasikan dengan Pemerintah Desa Kopang Rembiga agar informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi di lapangan.
Data yang dihimpun meliputi batas administrasi desa dan dusun, jaringan jalan dan sungai, serta fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, perkantoran, perdagangan dan jasa, pariwisata, ruang terbuka hijau, dan persampahan. Data tersebut kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui perangkat lunak ArcGIS.
Peta yang dihasilkan dilengkapi legenda, skala, arah utara, grid koordinat, diagram lokasi, data statistik desa, serta dokumentasi foto fasilitas yang dihubungkan dengan lokasi objek pada peta.
Berdasarkan data yang dipetakan, Desa Kopang Rembiga memiliki luas wilayah sekitar 444,20 hektare, terdiri dari 12 dusun dan 53 RT, dengan jumlah penduduk sebanyak 12.262 jiwa.
Arham berharap peta tersebut dapat menjadi media informasi sekaligus membantu pemerintah desa dalam melakukan pendataan aset dan menyusun perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Dengan peta ini, seluruh informasi mengenai wilayah Desa Kopang Rembiga dapat disajikan dalam satu tampilan yang terintegrasi. Peta ini diharapkan menjadi media informasi sekaligus dasar dalam mendukung perencanaan pembangunan desa yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berbasis data spasial,” ujarnya.
(Haja/KKN/UMMAT)